Strategi Pemanfaatan Media Iklan sebagai Upaya Tambahan Meningkatkan Pendapatan Non - Aeronautika di Bandara Internasional Kualanamu
DOI:
https://doi.org/10.61510/skyeast.v3i2.53Keywords:
media periklanan, pemasaran bandara, pendapatan non-aeronautika, KualanamuAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemanfaatan media iklan sebagai sumber pendapatan non-aeronautika di Bandara Internasional Kualanamu. Permasalahan utama yang ditemukan adalah tersedia media iklan seperti billboard ,neon box dan videotron di area bandara yaitu terminal, ruang tunggu ataupun landside yang masih kosong dan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media iklan yang berada di area bandara memiliki potensi besar untuk menarik pengiklan, khususnya dari sektor FMCG, layanan digital, perusahaan elektronik dan pariwisata. Perusahaan juga lebih tertarik pada strategi pemasaran yang menggunakan paket iklan yang fleksibel. Bandara Kualanamu masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan kontribusi pendapatan non-aeronautika melalui media iklan. Kesimpulannya, strategi pemasaran yang terstruktur dan juga fleksibel sangat penting untuk mengoptimalkan potensi komersial bandara dan juga sebagai upaya tambahan peningkatan pendapatan non aeronautika.
References
Airports Council International. (2017). Non-Aeronautical Revenues: Driving Airport Business Strategies. Airports Council International.
Ashri, A. F. (2025, April 29). Saatnya Menggali Pendapatan Nonaeronautika Bandara. Kompas.Id. https://www.kompas.id/artikel/saatnya-menggali-pendapatan-non-aeronautika-bandara
Candra, D. A., & Afriyanto, D. (2024). Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Non Aeronautical Di Bandara: Lokasi Strategis, Volume Lalu Lintas, Ruang Komersial, Strategi Pemasaran Dan Kerjasama Bisnis. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan Dan Tata Kelola Perusahaan, 1(4), 374–387. https://doi.org/10.59407/jakpt.v1i4.858
Fitrani, N. D. (2023). Peluang Usaha Non-Aeronautical Pasca Pandemi di Bandara Ahmad Yani. [Tugas akhir]. Universitas Negeri Semarang.
Graham, A. (2014). Managing Airports: An International Perspective (4th ed.). Routledge.
International Civil Aviation Organization. (2020). Airport Economics Manual (Doc 9562, 4th ed.). ICAO.
Kemenhub RI. (2018). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 130 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimum Penumpang di Bandar Udara. Jakarta: Kementerian Perhubungan.
Media Trans. (2023, June 19). Angkasa Pura Sarana Digital dan Start Up Inspire Digital Kolaborasi Hadirkan “Smart Ads Digital” Bandara Soetta. Media Transformasi. https://mediatransformasi.com/2023/06/19/angkasa-pura-sarana-digital-dan-start-up-inspire-digital-kolaborasi-hadirkan-smart-ads-digital-bandara-soetta/#:~:text=Lebih detail lagi%2C sebanyak 56,untuk mendaftar program hadiah perjalanan
Milanello. (2024, November 15). 10 Bandara Terbaik di Indonesia untuk Kampanye Iklan Anda. Lestariads. https://www.lestariads.com/blog/transit-ad/10-bandara-terbaik-di-indonesia-untuk-kampanye-iklan-anda.html#:~:text=Keunggulan%3A Sebagai Bandara tersibuk di,menjangkau audiens profesional dan wisatawan mancanegara
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Simanjuntak, B. (2020). Manajemen Promosi Visual. Jakarta: Prenada Media.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. (2009). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1. Sekretariat Negara.
Viswanata, I. A. S. (2023). Optimalisasi Bisnis Media Iklan di Bandara Internasional Yogyakarta. [Tugas akhir]. Politeknik Penerbangan Indonesia.
Wensveen, J. (2023). Air Transportation: A Global Management Perspective. Routledge.

